Tahap permulaan dari membuat sebuah website atau blog, tentunya adalah persiapan. Terutama bagi kita yang berada di selfhosting, tentunya persiapan akan lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan free hosting. Mulai dari memilih tema kemudian disain atau template dan kemudian isinya.
Pada awalnya, saya sendiri melakukannya dengan cara langsung online. Dan ternyata hal ini banyak kelemahannya. Yang pertama adalah gangguan yang sering terjadi dan sangat menyiksa, yaitu koneksi. Bagaimana mau merubah design jika koneksi lambat? Yang ada adalah rasa tidak sabar dan sering terputus.
Yang kedua, yang tidak kalah penting adalah, jika saat itu ada pengunjung, tentunya akan merasa terganggu dengan beberapa perubahan yang tiba-tiba saja terjadi saat berpindah halaman. Dan terakhir hal ini bisa mengakibatkan gangguan pada server akibat terlalu banyak beban yang kita gunakan.
Bagaimana cara menyiasatinya?
Beberapa diantara kita pasti sudah mengenal apa itu XAMPP , sebuah aplikasi yang bisa kita gunakan untuk menjadikan PC kita sebagai server, yang lebih dikenal dengan localhost. Entah kenapa saya kurang suka dengan aplikasi ini. Bagi saya terlalu ribet. Lantas selain itu aplikasi apa yang bisa kita gunakan sebagai penggantinya ?
Saya menggunakan Server2Go sebagai alternatif pengganti XAMPP tersebut. Menurut saya pengaplikasiannya cukup mudah dan simple. Bahkan dengan versi portable kita tidak perlu lagi harus menginstall aplikasi ini kedalam system PC kita. Cukup jalankan file extentions-nya dan server2go siap digunakan.
Untuk mengunduhnya silahkan langsung saja dari sumbernya di http://www.server2go-web.de/download/download.html pilih yang besarnya 25 MB. Yang saya gunakan adalah versi portable, sedangkan yang ini saya tidak tahu karena saya juga dapat ngopy dari teman .. ;-)
Yang harus dilakukan setelah instalasi adalah :
1. Cari file pms config.ini dan lakukan setting/perubahan sebagai berikut;
- KeepRunningAfterBrowserClose=1 , maksudnya adalah jika kita close aplikasi ini tetap berjalan, jika tidak menginginkannya rubah jadi ‘0′.
- HostName=localhost atau 127.0.0.1 , ini adalah pilihan bagi kita untuk peng-alamatan website,misalnya kita pilih ‘localhost’ maka saat penulisan di address bar “http://localhost …. ” demikian pula jika menggunakan ip address.
- Port=xxx , port diisi bebas, asalkan jangan bentrok dengan port yang lain, seperti post untuk email.
- UseMySQL=1
- LocalMirror=0
- OverwriteLocalMirror=0 , ketiganya bertujuan agar saat kita close/shutdown server2go, maka database tidak hilang, jadi kita bisa meneruskan edit/design kemudian hari tanpa harus mulai dari awal.
- Jangan lupa save
2. Selanjutnya running server2go.exe , maka akan tampil dibrowser halaman awal. Lihat pada bagian kanan, ada tool, myphpadmin. Gunakan tool ini untuk membuat database. Klik saja, kemudian create “new database”
3. Setelah kita memiliki database, selanjutnya adalah melihat folder server2go. Lihat pada folder “htdocs” , di folder inilah kita masukan file wordpress atau website kita.
4. Seperti umumnya instalasi wordpress (kita contohkan wordpress), kita harus set file wp-config.php terlebih dahulu. Masukan data-data yang sesuai dengan database yang tadi kita buat, berupa nama database, user name dan pssword-nya. Setelah itu barulah kita install wordpress.
5. Untuk yang lain, mohon maaf, saya kurang begitu mengerti, jadi bisa mencari informasinya sendiri … sekali lagi maaf ya ..
Beres, kini kita bisa menggunakan PC kita untuk hosting di localhost dengan server2go. Kita bisa mendesign blog sesuai keinginan tanpa terganggu koneksi. Terlebih masalah theme, yang kadang bikin kita mumet. Setelah rampung baru kita upload.
Selain itu, jika kita punya rencana membuat blog baru, kita bisa gunakan fasilitas ini selain design juga menulis artikel. Jadi saat di upload, blog kita sudah mempunyai beberapa artikel yang sudah jadi.
Semoga bermanfaat, tidak lupa mohon memberikan cinderamata berupa kenangan di kolom komentar. :mail: Terima kasih …









{ 2 trackbacks }
{ 20 comments… read them below or add one }
← Previous Comments
@Aldy,
kalo soal akses, karena masih di localhost jadi tergantung performa PC ..
@aNGga Labyrinth™
dokumen root disini sama dengan dokumen root webserver pada umumnya, jika pada webhosting server kita kenal public_html , disini kita gunakan htdocs. mengenai framework saya belum pernah coba menggunakannya, … karena gak ngerti .. hehehehe :-(
@NURA
Your wellcome … :good:
@Wordpress Blog Hosting
Thanks to stopping by …
Yes, after we made new design or modified we have to upload them to web hosting server, this mean we need FTP aplication such Filezilla ..
dahsyat mas…..haha saya masih belum berhasil install di local server, baik xammp atau program lainnya..nanti tak coba lagi hehehe
nice info :D
Alfred´s terakhir menulis di blog ..Antara Black Car Community, Black Motor Community, dan Black Blogger Community
@Alfred,
ada kesalahan prosedur mungkin mas …
atau PC-nya minta ganti baru …. hehehehe (just kiding … B-) )
Your thought related to this good post seems to be superior! Thus scholars not should compose the dissertation writing or best dissertation by their own, they would use your assistance.
← Previous Comments