Sabtu kemarin nyonya hpNugroho ikut rapat orangtua murid di sebuah SD negeri di daerah tempat tinggal saya. Dalam undangan memang disebutkan mengenai pembentukan komite/paguyuban orang tua murid. Setelah 2 minggu sebelumnya juga ada undangan rapat mengenai donatur kebutuhan sekolah.
Tadi pagi nyonya Nugroho bercerita, kemarin di sesi tanya jawab, ada seorang ibu yang bertanya kepada kepala sekolah,
“Pak, kenapa uang sumbangan saya dalam amplop sebesar Rp.5000 itu dikembalikan? Padahal saya khan ikhlas memberikannya?”
Apa jawaban kepala sekolah? TIDAK BISA MENJAWAB alias diam seribu bahasa, dan ditambah lagi dengan pertanyaan dari orang tua murid lain,
“Seharusnya tidak perlu dikembalikan, harus profesional dong. Katanya dulu sumbangan sukarela, tetapi kenapa hanya karena jumlahnya sedikit lantas dikembalikan?”
Hal ini menjadi perdebatan sendiri dikalangan orang tua murid, menjadikan 2 kubu yang berbeda.
1. Mungkin dari kalangan yang berada, berkecukupan, menyatakan; “seharusnya orangtua murid itu sadar, kalau pendidikan itu mahal, bayar ngaji saja yg sehari 1 jam besarnya Rp.15.000, masa sumbangan sekolah cuma Rp.5000 ?”
2. Dari kubu orangtua murid yang pas-pasan, tentunya dengan uang Rp.5000,- tersebut sudah cukup berat mengeluarkannya ditambah beban ekonomi yang harus dipenuhinya.
Sementara kepala sekolah menyatakan, agak keberatan jika sumbangan donatur itu diseragamkan dengan alasan, “Jika diseragamkan itu bukan sumbangan namanya, tetapi iuran. Dan perihal pengembalian uang Rp.5000,- tadi, itu bukan atas kewenangan kepala sekolah. Melainkan atas inisiatif guru wali kelas yang tidak profesional”
Katanya sekolah gratis, memang gratis. Tapi diminta sumbangan donatur yang besarnya “tidak bisa sukarela” dan dilakukan rutin hingga akhir tahun pelajaran.
Fenomena apakah ini ?









{ 18 comments… read them below or add one }
Gratis kan kata pemerintah Pak, kalo sudah sampai di sekolah ya tau sama tau lah pak… bagaimana kualitas pengabdian guru-guru sekarang, mungkin sudah waktunya dipertanyakan…
Salam kenal pak… :)
kolojengking´s terakhir menulis di blog ..Kenapa takut berkata TIDAK?
@kolojengking,
seharusnya para guru itu nge-blog biar terbuka wawasannya ya … sekaligus cari sampingannya …
waduh…masak dikembalikan si… ? rasanya kok ga etis ya…. saya baru nih denger ada kasus begini…
tentang sumbangan sekolah, memang pemerintah menggratiskan iuran per bulan, namun untuk kebutuhan operasional sekolah yang lain, memang harus dicari sendiri oleh sekolah, mungkin itu sebabnya sekolah meminta sumbangan sukarela.. bagi saya si wajar2 saja… dan berapa nilai sumbangan itu..ya tergantung kemampuan masing ortu … kalo dikembalikan? duh..benar2 ga etis rasanya…
btw.. makasi udah vote masakan saya di pak dhe cholik… heheh
@ceuceusovi,
bener mbak, gak etis dan gak profesional, gak pantas juga buat seorang dgn titel guru …
hmmm segitunya pak, lha koq kayaknya blum ikhlas menggeratiskan sekolah :|
Salam Kenal :)
@MasEDI Belajar NgeBlog,
sebenarnya kita sih gak keberatan dgn sumbangan, cuma caranya itu lho yg bikin kheki ..
nah.. yang kya gini dah model pendidikan di negri kita… tpi saya kok berpikir ada “kecurigaan” dikit. klo sumbangan berapapun nilainya harusnya tetep digunakan dgn sebaik2nya.. kok alasannya cman karena dikit gtu… jadi miris bacanya…
lam kenal ya.
btw link sobat udah saya pasang di blogroll.
ditunggu backlinknya ya… ^_^
pake nikname ini: suranegara
URLnya: http://suranegara.com
terima kasih atas kerjasamanya. :rose:
suranegara´s terakhir menulis di blog ..Menambahkan status YM di wordpress dengan plugins “Yahoo Messenger Online Status”
@suranegara,
harusnya begitu khan, namanya sumbangan berapapun nilainya sebaiknya diterima …..
Link akan sy masukan di halaman sahabat nanti setelah dirumah, di office koneksi minim, susah masuk admin area mas … :cry:
Wong PNS itu,,sekarang buanyak yang angkuh…
Udah pada kaya soalnya..
Yah soal gratis itu cuma iklan…doang
Kalo gak mau disumbang bilang aja jangan terima sumbangan….
Ya toh…?
Dangstars´s terakhir menulis di blog ..Hati-Hati Mata Juling…!!!
@Dangstars,
maunya disumbang tapi jumlahnya besar, gitu kali kang …
makanya kalo cuma dikit dibalikin lagi ..
met pagi, tukeran link boleh? kl gak keberatan link balik yah, tq
tary´s terakhir menulis di blog ..Semoga bisa survive di Radio…
@tary,
linknya saya letakan di halaman sahabat ya mbak … ;-)
sungguh terlalu,
pernah juga saya mengalami hal seperti itu tapi terjadi pada pengamen, ketika dia mengamen didepan kontrakan yg saya sewa, saya memberikan uang receh yang terdiri dari Rp.50,Rp.100, Rp. 200 eh malah dilempar uang itu ke jalan…kontan saya langsung keluar rumah… “lu pikir gw nyari uang itu tinggal ngedip langsung ada hah!@$$@#%”……
sayang pengamen itu melengos pergi, kalau engga mau saya bogem mentah2……
Terkadang orang tidak menghargai hal2 kecil, andai mereka tahu sesungguhnya hal2 yang besar itu dimulai dari hal2 yang kecil…
salam kenal.
Amink
@Amink,
benar, seharusnya mereka menghargai niat tulus kita, mungkin mereka berpikir uang segitu gak ada artinya bagi mereka, tapi bagi kita nilai segitu itu hasil kerja keras kita ….
salam kenal juga ..
penghinaan tuh pak
Kan sukarela
Kok dikembalikan ya????
Sungguh tidak menghargai sumbangan orang lain, meskipun nilainya 5000 rupiah seharusnya tetap harus diterima, siapa bilang uang 5000 itu dikit??? masih banyak kok saudara2 kita yang merasa uang tsb nilainya tinggi….
Intinya penerima sumbangan tsb tengil aja, gak bisa menghargai orang lain…
Planet Orange´s terakhir menulis di blog ..Install imagick pada Ubuntu server
waduh2 kok nggak dihargaiin gtu tuh,,
btw salam kenal yah,,
tukeran link yukkk
@Nugra,
Mas, link-nya mana ? kok gak di cantumin ?