Seorang ayah sedang termenung, duduk sendiri di teras rumah ditemani segelas kopi dan sebatang rokok yang mengepul di tangan. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat itu.
Bebas pikirannya terbang melayang, hingga tanpa sadar putri bungsunya datang. Tersentak dari lamunan, memperhatikan selembar kertas yang dibawa putrinya. Oh … selembar kertas ulangan. Dan dengan bangga sang putri menunjukan nilai 9 kepada ayahnya.
“Dek, kamu pintar sekali? Nyontek ya … ” candanya …
“Enak aja, Ayu belajar sendiri, malah temen Ayu yang nyontek … ”
“Ah,… ternyata apa yang aku keluarkan untuk pendidikanmu bisa engkau manfaatkan nak …”
Dan, sepeninggal sang putri yang kembali masuk ke rumah, dia meneruskan lamunannya yang terpotong.
“Apa yang aku keluarkan untuk pendidikan anakku bisa dia manfaatkan, lalu apa yang aku keluarkan untuk diriku, apakah sudah bisa aku manfaatkan ?”
Tercekat dalam lamunan, timbul sebuah pengharapan … optimis. Jika anakku bisa belajar hingga dapat nilai 9, kenapa aku tidak ? Jika dia bisa memanfaatkan waktunya disela kesibukan bermain, kenapa aku yang setiap hari berkutat dengan pekerjaan dan sarana belajar tidak bisa memanfaatkannya ?
Berapa besar yang sudah aku korbankan untuk sebuah khayalan ? Apakah pengorbanan itu sudah ada cukup ? Tidak, pengorbanan itu tidak akan pernah cukup walaupun mimpi itu sudah tercapai. Pengorbanan akan terus berlanjut hingga nyawa tercabut.
Belajar itu perlu pengorbanan, waktu, biaya, tenaga, pikiran dan kecerian bersama keluarga kadangpun harus dikorbankan.
“Aku ingin seperti mereka .. TIDAK, aku ingin lebih dari mereka”.
Saat ini aku belajar dari mereka, tapi suatu saat mereka akan datang berguru padaku. Jika saat ini mereka mencemooh diriku, suatu saat aku akan tertawa lebih keras dari mereka. Dan jika saat itu tiba, pastikan dirimu tidak ada diantara mereka ……….
Dendamku bukan pada kalian, tapi pada diriku sendiri yang lemah. Pada diriku yang cepat lelah dan mengalah.
Sahabat, tunggulah aku di puncak menara itu. Walau seribu tahun harus kulalui, aku pasti akan sampai ke situ …………
=======
Sebuah sketsa untuk Ayu dan Eko, kejarlah cita-cita kalian. Jangan sia-siakan pengorbanan ayahmu nak ……….









{ 1 trackback }
{ 23 comments… read them below or add one }
artikelnya menarik sekali Mas, penuh motivasi dan pesan khususnya bagi pribadi saya. Terima kasih sekali ilustrasinya mengena.
melulu ya, tapi sambil dibarengi usaha :)
Jadi jangan
Salam sukses selalu :)
yayat38´s terakhir menulis di blog ..Memasang Mp3 Player di Blog Joomla
@yayat38,
gak
yang penting kumpul kang …
lho … sy nulis buat pribadi kok kena kang Yayat ??
Kadang Bendol sering

Ternyata bener bro, harus semangat…
Berpikiran postip
Thanks bro…
HumorBendol´s terakhir menulis di blog ..Cinta…Oh…Cinta….
@HumorBendol,
tetep semangat mas ..
sesekali kita terkadang perlu belajar pada sikap dan pemikiran anak..
*kebo nusu gudel*
@mas tyas,
betul mas ….
pola pikir anak masih sederhana, tidak sekompleks pemikiran orang dewasa …
Bahkan, belajarpun perlu belajar Mas…
marsudiyanto´s terakhir menulis di blog ..Comment on Djam Koeno by kumpul artikel
@marsudiyanto,
betul pak, dan mencoba belajar untuk sebuah belajar itu kadang sulit terlakasana, dgn berbagai macam alasan …
wah mantap nih
siap-siap dah buat berperang menggapai cita-cita dan harapan
satu saran agar terwujud, “jangan kebanyakan melamun”
Belajar Blog´s terakhir menulis di blog ..Daftar Peringkat Sea Games 2009
@Belajar Blog,
terima kasih mas …
Siap … ayo kejar cita citanya


iksa´s terakhir menulis di blog ..BANG DUDUNG – Sate & Sop Kambing Khas betawi
@iksa,

ayoo ….
Iya dunk mas . .
semua butuh pengorbanan . .
terutama menuntut ilmu . . .
sekulah aja sekarang pake duit . . . .
Syahroyni´s terakhir menulis di blog ..Akuntan
Belajar terus seumur hidup..life long study..asal jangan sampai pusing..

Belajar sambil bermain, santai saja…
ayu dan eko pasti bangga yah punya ayah yg baik sama mereka, hee, (antiklimaks ahh sama kutu), kutu juga berpikir gt mas, untuk belajar dan teru belajar supaya lebih maju … doakan yah mas
KutuBacaBuku´s terakhir menulis di blog ..Jadwal Ujian Saringan Masuk President University
@KutuBacaBuku,
terima kasih mas …
semoga sukses ..
Semua pengorbanan memang tidak akan pernah sia-sia jika kita melakukannya dengan tulus
OK… Mas aku tunggu…
saya juga masih berlari mengejar mimpi…
Hmm, nggak bisa banyak komen deh selain makasih buat cerita inspiratifnya mas

iskandaria´s terakhir menulis di blog ..Hasil SERP yang Aneh pada Indeks Google
Menyentuh dan menginspirasi sekali. Btw, tumben Mas Nug posting tulisan seperti ini. Hehehe… Soale, biasanya nggak begitu.

Khery Sudeska´s terakhir menulis di blog ..Manusia Yang Jujur
@Khery Sudeska,
hidup itu perlu variasi, bukan begitu mas ..
wah, belajar dari sikap anak sendiri, pengalaman pribadi yah? hehe… jarang ada yang seperti itu. hehe… karena terlalu egois untuk mengakui kehebatan anak sendiri. hehe… berkunjung lagi disini…

hanif´s terakhir menulis di blog ..Weleh, Posesif Buta…
@hanif,
itulah mas, kadang karena terlalu egois kita lupa bahwa belajar itu tidak memandang siapa gurunya …