Apa yang ada dalam benak anda saat memutuskan membuat sebuah blog? Sebagian adalah apa yang akan saya tulis dan sebagian besar lagi bagaimana penampilan blog saya. Dari situlah tampak sebuah sisi kelemahan dari wordpress. Terutama yang berada di selfhosting, karena kalau yang di wp-dot-com kita tidak bisa custom lebih jauh.
Hal ini juga dialami oleh salah satu sahabat saya mas Khery Sudeska yang baru saja bermigrasi dari blogspot ke wordpress. Coba cek sebuah jurnalnya, no 1 yang dirasakan menjadi kendala adalah theme.
Saya yakin hal yang sama juga anda rasakan. Theme adalah sebuah hal dasar yang mau tidak mau harus diperhatikan. Oke-lah jika anda tidak terlalu memusingkan theme, tapi apa iya ? Kalau tujuan anda nge-blog hanya sebatas curhat/diary yang tanpa mementingkan pengunjung, tidak jadi mengapa. Kalau orientasinya pengunjung, pastilah persoalan theme tidak bisa anda lupakan.
Begitu banyak theme bertebaran, dari mulai yang gratis hingga yang premium alias berbayar. Mulai dari yang sederhana hingga yang menggunakan banyak java script sebagai pendukung. Mari kita telaah lebih jauh.
Mau Tampilan atau SEO
Siapa sih yang tidak mau tampilan blognya fantastis – spektakuler. Semua juga maunya begitu. Dengan penampilan yang aduhai, dijamin pengunjung akan lebih betah. Walaupun artikelnya biasa saja, tapi biasanya pengunjung akan terlena dengan penampilan yang menarik.
Coba bayangkan anda punya 2 teman cewek kalau anda cowok dan 2 cowok jika anda cewek. Salah satunya pandai, pinter pokoknya juara kelas, jago kimia dsb deh tapi tampang dan penampilannya culun. Yang satu lagi junkies, keren, cantik, macho, jago basket atau cheerleader. Mana yang anda pilih untuk teman ngobrol saat santai ?
Demikian juga dengan theme. Artikelnya bermutu, berbobot tapi themenya putih polos gak ada seninya sama sekali, satu lagi, tulisannya ah … biasa saja tapi themenya bagus, adem dan indah dimata.
Tapi jangan salah, biarpun macho tapi otaknya kosong. Dan biasanya juga theme dengan variasi yang komplit pasti akan lama loadingnya alias berat. Dan umumnya tidak memperhatikan segi SEO. Berbeda dengan theme yang sangat peduli SEO, biasanya tampilan akan sederhana alias polos, paling banter ditambah garis-garis border.
Ngeblog lah dengan Riang
Akan sangat sulit menggabungkan keduanya, tampilan oke dan SEO juga oke. Bahkan theme sekelas Thesis juga tidak bisa menggabungkan keduanya. Memang Thesis di claim sebagai theme worpdress yang terbaik, tetapi jika kita melihat tampilannya kesan clasic masih terlihat sekalipun sudah menggunakan skin yang cukup mahal harganya.
Masih ada jalan lain untuk bisa mendapatkan hasil yang cukup memuaskan. Baik dari segi tampilan dan dalam hal SEO. Anda bisa gunakan theme yang SEO friendly yang umumnya clasic looks tetapi dengan sedikit sentuhan untuk mempercantik penampilan.
Caranya adalah dengan memberikan header yang sesuai dengan tema tulisan-tulisan anda dan disertai dengan kombinasi warna yang sesuai pula.
Terlepas dari itu semua, jangan pikirkan apakah blog anda sudah enak dipandang atau apakah tulisan anda bagus, cukup berpikir bahwa anda membuat blog tanpa beban. Sedikit mengutip ungkapan kang Yayat “Arkasala” ;
Nge-blog lah dengan Riang









{ 42 comments… read them below or add one }